APPAKABATTU

"verba volant scripta manent"

Home Top Ad

www.appakabattu.com Gerakan massiv dalam agresi militer Bangsa Mongol dibawa kepemimpinan Jenghis Khan menuju asia tengah hingga mampu...


www.appakabattu.com Gerakan massiv dalam agresi militer Bangsa Mongol dibawa kepemimpinan Jenghis Khan menuju asia tengah hingga mampu mengangkangi antara asia kecil hingga ke sebagian Eropa. Meski masa itu tercatat dalam tinta abadi dalam sejarah, dengan segala kengerian yang ditimbulkannya, namun masa kejayaannya tidak berlangsung lama karena akar budaya sosial yang tidak kuat pada dinasti tersebut.

Kaitannya antara paragraf pembuka diatas dengan Karang Taruna adalah pergerakan massiv diawal namun akar budaya sosial di tubuh lembaga tersebut masih sangat lemah, terkhusus pada sector pedesaan sehingga sangat mudah sekali menemui persoalan-persoalan rumit hingga berakhir pada kefakuman.

Hal tersebutlah yang dinilai oleh Abdul Malik selaku Ketua Karang Taruna Takkang Bassia Sinoa, Desa Bonto Maccini perlu penanganan yang serius. Berkaca pada kondisi Karang Tarunan sebelumnya yang dianggap kurang serius membuatnya harus mengambil sikap yang tegas pada perhelatan pemilihan Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Bantaeng yang akan digelar pada 28 Februari 2018 yang bertempat di Balai Kartini Kab. Bantaeng.

TKK yang merupakan akronim dari Temu Karya Kabupaten akan melahirkan nahkoda baru Karang Taruna pada level kabupaten. Abdul Malik yakin bin optimis untuk mengambil peran penting pada kontestasi tersebut dengan menyatakan sikap untuk menjadi nol satu di Karang Taruna kabupaten.

“Saya percaya bahwa untuk merubah suatu sistem yang keliru, agar tidak semakin berdampak luas kita harus berada dalam sistem tersebut kemudian melahirkan keseimbangan agara roda organisasi tetap pada rel yang bermanfaat bagi masyarakat” Tuturnya saat menyampaikan selayan pandang pernyataan sikapnya.

Berbekal pengalaman keorganiasisian yang cukup matang baik didunia kampus maupun setelahnya, dia yakin akan meciptakan suatu keseimbangan dan memperkuat akar budaya sosial yang dimulai dari desa sehingga keberadaan Karang Taruna bukan lagi sekadar penghias LPJ Desa, namun jiwa dan raganya terbangun dalam mewujudkan pembangunan baik menuju Bantaeng yang semakin Baik.

Eks-Ketua FMBT (Forum Mahasiswa Butta Toa) serta FPM Sul-Sel (Forum Pemuda Mahasiswa Sul-Sel) dengan berbekal rekomendasi yang masih dirahasiakannya serta dukungan penuh pemuda merasa mantap untuk melaju pada bursa pencalonan tersebut. Dia meyakini bahwa dalam kontestasi politik kecil seperti pemilihan ketua Karanga Tarunan, apapun bisa terjadi. *Ts

Skuad SJR Sinoa FC www.appakabattu.com SJR atau Sinoa Junior FC berhasil melaju ke partai puncak menghadapi Kasta Bantaeng setelah b...

Skuad SJR Sinoa FC


www.appakabattu.com SJR atau Sinoa Junior FC berhasil melaju ke partai puncak menghadapi Kasta Bantaeng setelah berhasil menundukkan lawan tangguhnya di semifinal Tino Putra FC melalui drama adu penalti yang dilaksanakan di Stadion Mini Lamalaka Kab. Bantaeng. (09/02/19)

Kedua tim harus menentukan nasib akhir mereka melalui drama kotak 12 pas setelah bermain imbang 1-1 di dua babak kesempatan yang diberikan. Laga babak pertama tidak ada gol yang tercipta dari kedua tim, meski secara statistik Tino Putra FC lebih unggul dalam penguasaan bola.

Lanjut dibabak kedua, gol baru tercipta di menit-menit akhir. Memanfaatkan kelengahan pemain lini belakang SJR Sinoa, Tino Putra FC dari Kab. Jeneponto lebih dulu berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Untuk sementara Tino Putra FC berada di atas angin dengan keunggulan tersebut.

Coach Adi Risla dengan kematangannya dalam melatih sekaligus pengasuh di SSB Sinoa, segera melakukan rotasi dengan memasukkan pemain-pemain bermental baja. Barangkali di pikiran Coach Adi Risla saat sudah tertinggal 0-1 yaitu “pertahanan terbaik adalah menyerang” seperti filosopi permainan pelatih Legendaris Sir Alex Ferguson.

SJR Sinoa tidak membutuhkan waktu sepuluh menit untuk  menyamakan kedudukan melalui corner kick. Tendangan manja dari sang kapten Angel Jalil yang berhasil mengadu domba pemain-pemain di mulut gawang Tino Putra FC saat duel kepala berhasil dimenangkan pemain SJR Sinoa hingga berbuah gol. Skor berubah menjadi 1-1 hingga peluit panjang dari wasit berbunyi.

Amrul Qais sang kiper menjadi juru kunci dalam drama adu penalti tersebut. Pemain jebolan asli SSB Sinoa tersebut sudah tidak diragukan lagi pengalamannya, pernah membawa juara PSP Pa’bineang pada PORDUS 2018 tahun lalu. Dan dia berharap keberuntungan itu terulang lagi di Exhibition Silaturrahmi Football U-18 Bantaeng.

SJR Sinoa juga tetap konsisten mengenakan jersey hijau-hijau yang merupakan hadiah dari penduhulu mereka Irfan Jaya yang telah sukses berkarir di level nasional. Irfan Jaya tentu juga mengharapkan ada penerusnya dari SSB Sinoa yang bisa bersaing dilevel nasional Kahar Kalu yang sudah menyusul.*SB

appakabattu.com , Sinoa. Karang Taruna Takkang Bassia, Desa Bonto Maccini, Kec. Sinoa, Kab. Bantaeng kembali unjuk aksi dengan menyel...



appakabattu.com , Sinoa. Karang Taruna Takkang Bassia, Desa Bonto Maccini, Kec. Sinoa, Kab. Bantaeng kembali unjuk aksi dengan menyelenggarakan kegiatan Kemah Lingkungan dengan tema : Ayo! lestarikan lingkungan dan budaya kearifan local. Kegiatan tersebut di laksanakan di Lapangan Sepakbola Dusun Parampangi, dan akan berlangsung selama tiga hari yaitu dari tanggal 14-16 Desember 2018.

Ketua panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya di ikuti oleh lebih dari sepuluh Karang Taruna Desa se.Kab Bantaeng, namun turut juga komunitas-komunitas pencinta alam serta ada dua Karang Taruna dari kabupaten tetangga yakni kab. Jeneponto.

Selain itu, Ketua Umum Karang Taruna Takkang Bassia Abd. Malik Hamid. S. Pdi pada sambutannya di pembukaan menyampaikan banyak hal, dan yang perlu di garis bawahi adalah kegiatan ini merupakan ajang temu diskusi antar sesama lembaga maupun komunitas guna perubahan yang berkemajuan di desa masing-masing.

"Jadi kemah lingkungan ini bertujuan sebagai ajang silaturahmi sekaligus diskusi tentang kepekaan pemuda terhadap lingkungan dalam mneciptakan perubahan di desa" ujar Kanda Malik yang akrab di sapa Pak Ketua.

Pada sesi wawancara dari appakabattu.com dengan Pak Ketua, beliau menyampaikan bahwa pemateri-pemateri yang di hadirkan adalah yang memang matang secara konsep dan nampak dalam gerakan. (14/12/18)

Sebut saja Kakanda Kurniawan dari lembaga BALANG yang akan membahas tentang pentingnya menjaga dan melestarikan hutan sebagai paru-paru bumi demi keseimbangan ekosistem. Dari lembaga OASE yaitu Kakanda Ahmad Pasallo akan dalam materinya akan membahas tentang cara merawat ketersediaan air sebagai pusar utama keberlangsungan kehidupan.

Sementara dari pihak Dinas Lingkungan Hidup Kab. Bantaeng, mereka akan membahas tentang hakekat lingkungan hidup dan strategi yang tepat dalam mengatasi kesenjangan yang terjadi. Terkhusus dari Karang Taruna Kab. Bantaeng, akan hadir Kakanda Umar Sose dalam materinya akan membahas tentang peran pemuda karang taruna dalam mengawal pembangunan di desa.


Selain materi dan diskusi, kegiatan lainnya adalah bakti sosial dengan membersihkan lingkungan setempat serta mengkampanyekan kepada masyarakat akan penting menjaga dan merawat lingkungan. Kegiatan berikutnya adalah mengunjungi lokasi wisata Air terjun Turungan Tangkulu sekaligus memperkenalkan lokasi tersebut kepada peserta Kemah Lingkungan.

Hadir juga Bapak Baharuddin (Ketua BPD Desa Bt. Maccini) selaku perwakilan birokrasi desa sekaligus memberi sambutan sekaligus apresisasi atas terselenggaranya kemah lingkungan ini.

"Sangat menarik atas suguhan kegiatan yang di laksanakan oleh pemuda karang taruna takkang bassia, tetap semangat dan tetap menginspirasi, saya berharap di tahun-tahun berikutnya karang taruna takkang bassia kembali lagi menjadi tuan rumah pada level provinsi" imbuh Pak Ketua Bpd.

Sekretaris Umum Karang Taruna Kab. Bantaeng Kakanda Ahmad Yani pada sambutannya menyampaikan banyak hal sekaligus membuka acara atau kegiatan secara resmi. Beliau menyampaikan bahwa Kemah Lingkungan ini merupakan kegiatan inovatif dan saya berharap bisa di jadikan lombah di tahun-tahun selanjutnya.

“Saya merasa terkesima dengan kegiatan ini, Karang Taruna Takkang Bassia Sinoa selalu terampil dalam menyajikan kegiatan-kegiatan yang menumbuhkan semangat. Saya berharap tahun berikutnya kegiatan seperti ini bisa di lombakan” Tutup Kanda Ahmad Yani sekaligus membuka acara secara simbolis. (*SB)

Foto bersama dari Instansi dengan Bidan Dusun Se-Kecamatan Sinoa appakabattu.com Camat Sinoa Bapak Ijas Fajar. SSTP. M. Ap menjadi ref...

Foto bersama dari Instansi dengan Bidan Dusun Se-Kecamatan Sinoa
appakabattu.com Camat Sinoa Bapak Ijas Fajar. SSTP. M. Ap menjadi reformer pada kegiatan Launching Program Layanan Kesehatan : 1 Dusun 1 Bidan bekerja sama dengan Puskesmas Sinoa yang diselenggarakan di Aula Kantor Camat Sinoa (18/10/2018). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh instansi, lembaga dan tokoh masyarakat yang ada di Kecamatan Sinoa.

Camat Sinoa dalam laporannya menyampaikan bahwa keberadaan 1 Dusun 1 Bidan di semua Desa yang ada di Kecamatan Sinoa diharapkan mampu memberi dampak positif terhadap pelayanan kesehatan, terkhusus pada ibu hamil dan anak mendapat pelayanan yang cepat, tanggap dan berkelanjutan.

Selama ini masyarakat cukup sulit dalam memperoleh pelayanan kesehatan karena jarak antara Dusun dengan ibu kota desa cukup jauh, apalagi masyarakat di desa masih memikirkan biaya transfortasi yang akan di keluarkan karena jarak tempuh yang cukup ekstrim.

Oleh karena itu Pemerintah Kecamatan Sinoa dan Puskesmas Sinoa membuat terobosan baru dengan memanfaatkan Alumni Kebidanan yang berdomisili di dusun masing-masing untuk di fasilitasi peralatan kesehatan agar memudahkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya ibu hamil dan anak.

Karena letak geografis antara satu dusun dengan dusun yang lainnya saling berjauhan sehingga terjadi ketimpangan dalam pelayanan kesehatan, karenanya kami dari Pihak Kecamatan menkoordinasikan kepada Puskesmas untuk mencari solusi, dan akhirnya muncullah gagasan ini yang di beri nama : 1 Dusun 1 Bidan” Tutur Camat Sinoa dalam sambutannya.

Pada kegiatan ini, turut hadir juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng dr. Ichsan. Dalam kesempatannya berbicara, beliau sangat mengapresiasi inovasi-inovasi yang ada di Kecamatan Sinoa. Beliau juga menyampaikan bahwa yang ada di Indonesia itu adalah program 1 Desa 1 Bidan, sementara di Sinoa muncul program baru yang sangat bermutu yakni 1 Dusun 1 Bidan.

Pada tahun 2017, angka persalinan yang menggunakan sarana kesehatan di Kabupaten Bantaeng mencapai 80 %. Kemudian di tahun 2018 untuk sementara sudah mencapai angka 100 %. Kesadaran masyarakat akan pentingnya layanan kesehatan dengan memanfaatkan sarana yang telah di sediakan oleh pemerintah mengalami peningkatan yang sangat drastis.

“Saya juga berharap bahwa program 1 Dusun 1 Bidan ini memberi dampak yang baik kepada masyarakat serta bisa di adopsi oleh kabupaten-kabupaten lain yang ada di Indonesia”. Ucap Pak Kadis sebelum akhirnya membuka acara Launching secara resmi.

(*SB)

Foto : www.alexandriaslens.com Generasi kekeninian, milenial, jaman now dan masih banyak lagi istilah-istilah lain yang belum sempa...

Foto : www.alexandriaslens.com


Generasi kekeninian, milenial, jaman now dan masih banyak lagi istilah-istilah lain yang belum sempat tersebutkan. Namun tiga istilah paling familiar diatas telah mampu menggambarkan secara keseluruhan generasi muda dan hampir tua saat ini. Dari yang buruk hingga yang santun dalam berakhlak, dari yang pandai dalam prestasi hingga yang ahli membuat sensasi.

Bukanlah sesuatu hal yang sulit untuk mencermati seperti apa kondisi yang terjadi saat ini. Karena dari kejadian yang paling tidak bermutu sampai pada kejadian-kejadian yang mencengangkan dapat kita lihat hanya dengan menggunakan jempol. Era digital telah menggerogoti sendi-sendi kehidupan manusia.

Diakui atau tidak, kondisi kehidupan manusia saat ini selalu ingin manusia-manusia yang lain tahu apa-apa saja aktivitasnya dan seperti apa keadaan perasaannya. Jempol telah merampas sebagian hak mulut untuk menyampaikan. Gadget telah merebut sepertiga hak siang dan malam untuk di pandang dan dinikmati bising juga heningnya.

Namun dari sekian banyak yang hanya piawai dalam menebar sensasi seolah mereka hidup abadi, ternyata masih ada orang-orang yang cerdas dalam mengingatkan. Bahwa hidup bukan kemarin, hari ini dan besok saja. Setelah hidup, ada mati lalu hidup kembali untuk menuju majelis pertanggung jawaban individual.

Keseringan kaum muda-mudi hanya rindu malam pertama setelah ijab kabul terucap, tapi lupa kalau ternyata masih ada malam pertama yang jauh lebih menakjubkan selepas kematian. Lebih sering memamerkan segala hal di media sosial ketimbang menyimpannya sebagai oleh-oleh kenangan.

Terlepas dari dampak tidak baiknya bercengkarama dengan teknologi, masih ada banyak orang yang bisa memetik manfaat untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka mulai dari kebutuhan primer, sekunder ataupun spiritualnya.

Dengan kecanggihan teknologi yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan spritual, hijrah menjadi sesuatu yang sangat fenomenal. Jika dulu, siraman rohani hanya bisa di dapat dengan mendatangi majelis-majelis pengkajian, sekarang cukup modal gadget, daya yang cukup dan kuota internet sudah bisa mendapatkan informasi-informasi sesuai yang di inginkan.

Dari sekian banyak orang yang telah merasa atau sekadar mengaku berhijrah, penulis merangkum beberapa pendapat dari orang-orang yang telah hijrah sebagai bahan referensi tulisan. Dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan dasar, akhirnya penulis mencoba mendesaing kata sederhana yang apa adanya bahwa hijrah itu seperti ini :
  • Berhijrah adalah meninggalkan semual hal buruk, baik itu lalai dari perintah agama atau terlena dengan maksiat. Lalu menuju pada keadaan yang lebih baik sesuai dengan tuntunan yang telah di wahyukan dan di sunnahkan. Dalam istilah generasi kekinian, mereka menyebutnya move on dari kehidupan negatif menuju kehidupan positif dengan mendekatkan diri dan hati disisi Sang Maha Pemilik Hidup dan Mati.

  • Alasan yang mendasari setiap orang dalam berhijrah sangat beragam. Ada yang karena ajakan orang tua dan keluarga, teman, pasangan hidup, karena di tinggal menikah oleh orang yang dikira jodohnya serta karena sering mendengar ceramah-ceramah yang tersaji dimedia sosial sampai meneteskan air mata. Adapula yang hijrah setelah tertimpah musibah atau mendapat ujian. Selalu saja ada sebab ketika Tuhan sudah rindu bermesra dengan hamba-Nya.

  • Tempat memulainya juga berbeda-beda, ada yang memutuskan menata hidup yang lebih baik sejenis hijrah di rumah, di dunia kampus bagi mahasiswa, di majelis-majelis kajian dan masih banyak lagi tempat-tempat lainnya untuk mengawali penataan hidup dengan lebih intens berkomunikasi dengan Tuhan.

  • Ada yang pro dan kontra, ada yang masih malu dan adapula yang sudah percaya diri tampil di muka umum dengan dandanan syar’i yang begitu terlihat santun dan sederhana. Menyikapi respon setiap orang atas perubahan yang dilakukan bagi mereka adalah hal yang wajar. Tugas manusia bukan untuk membuat manusia lain takjub atas apa yang dilakukan, tugas manusia sangat sederhana : menghamba (pada Tuhan) dan berbuat baik (kesesama mahkluk).

  • Sekaitan dengan rasa, resah dan bahagia adalah bagian terpenting dari rasa itu sendiri. Mereka yang telah berhijrah resah ketika melihat saudara-saudaranya masih dibuai gemerlapnya dunia, sementara ia hanya berdiam karena masih belum bisa berbuat apa-apa selain mengajak. Bahagia mereka adalah karena merasa lebih nyaman, terjaga, terhormat dan ragam lainnya.

Jika dahulu hijrahnya Nabi dan para sahabat karena terancam di tanah kelahirannya, saat ini orang-orang hijrah karena mereka mengaku pengikut Nabi tapi jauh dari apa yang telah di sunnahkan beliau. Hingga akhirnya mendapati dirinya dalam kehampaan, barulah sadar bahwa indahnya hidup adalah kematian yang Khusnul Khotimah.

Penulis disini bukanlah seorang yang pandai mengutip ayat suci atau hadits syahi, atau mengerti kitab-kitab, dia hanya seorang pendosa yang selalu berharap ampunan hingga diakhir nafas. Karena saling mengingatkan tidak selalu menggunakan suara yang lantang, terkadang lewat sebait dua bait kata hidayah-Nya kemudian menyambar dan menjelma menjadi secerca cahaya dihati yang harap selalu dijaga.

Sekadar penutup, sudah begitu banyak lika-liku hidup yang telah terlewati. Merasa diri baik-baik saja padahal begitu rapuh dengan kehilangan yang tidak disadari. Hingga pada suatu malam yang hening dan dingin, sepotong kalimat menguap dari dalam hati : Kemana saja aku selama hidupku?

Selamat berhijrah, teguhkan istiqomah.
Wallahu wa'lam bissawaf

(Pen : Liu Panama)

View Post

PERTAMA DI SUL-SEL: PUSKESMAS SINOA BERINOVASI MEMBENTUK FMPP DAN SASKIA

Pertemuan antara Pengurus Forum Masyarakat Peduli Puskesmas dengan Camat Sinoa dan Kepala Puskesmas Sinoa yang bertempat di Puskesmas Sin...