"verba volant scripta manent"

Home Top Ad

foto:  majalah.ottencoffee.co.id Ada banyak tokoh yang selalu menjadi inspirasi bagi setiap orang, baik dari caranya bersikap yang san...

Kutipan tokoh dan Inspirasi dari hati

foto: majalah.ottencoffee.co.id
Ada banyak tokoh yang selalu menjadi inspirasi bagi setiap orang, baik dari caranya bersikap yang santun maupun kata-katanya yang ketika di maknai akan memberi semangat dalam menjalani hidup. mereka hanyalah manusia biasa, namun yang membuatnya beda sehingga di jadikan sosok atau panutan adalah caranya berpikir, besikap dan bagaimana mereka menyampaikan gagasan pemikiran.

dari sekian banyak tokoh dunia yang pernah ada, Michael Heart pun membuat sebuah catatan tentang seratus tokoh paling berpengaruh di dunia dari masa ke masa. Namun pada kesempatan ini, penulis hanya mengutip beberapa tokoh yang memiliki pengaruh penting dalam sejarah, baik level daerah maupun tokoh yang sudah mampu mendunia. semoga menginpirasi buat kita semua.

- Umar Bin Khattab
"Biarlah aku memikul gandum sampai ke rumah rakyatku untuk menebus dosaku, sebab masih ada rakyatku yang masih kelaparan dan hanya memasak batu".

- Bob Sadino
"Banyak orang bertanya, "Bisnis apa yang bagus?", Jawabnya: Bisnis yang dijalankan, bukan ditanyakan".

- Nurdin Abdullah
"Buatlah baliho dihati masyarakat, jangan hanya sekadar baliho di sepanjang jalan dengan janji palsu dan merusak keindahan".

- M.M
"Yang masih bisa membaca buku, membedah artikel dan mengupdate jurnal di tengah gempuran kenikmatan media sosial, selamat".

- Muammar Khadafi
"Bangsa yang nasionalismenya hancur adalah sasaran empuk yang bisa dihancurkan oleh bangsa lain".

- Robert F Kennedy
"Kemajuan merupakan kata yang merdu, namun perubahanlah penggeraknya. sedang perubahan memiliki banyak musuh".

- Sejenak Hening : 37 (kutipan buku)
"Jangan sampai jauh dari ketenangan, lantaran terlalu gusar memikirkan impian".

- Buya Hamka
"Saya tidak pernah dendam pada setiap orang yang menyakiti saya, dendam itu termasuk dosa".

- Abraham Lincoln
" Cara terbaik untuk memprediksi masa depan adalah dengan menciptakannya".

- Umar Bin Khattab
"Aku tidak peduli dengan keadaan bahagia atau sedih, karena aku tidak tahu manakah yang lebih baik dari keduanya untukku".

- Winston Chuchil
" Keberhasilan adalah kemampuan melewati dan mengatasi kegagalan menuju kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat".

- Tifatul Sembiring
"Seberuntung-beruntungnya orang adalah orang yang selalu bijak dan tetap waspada".

Masih banyak lagi inspirator dunia yang bisa dijadikan landasan pemikiran, tulisan ini hanya pengantar untuk menemukan inspirasi-inspirasi lainnya. Namun ingat, meskipun telah kita tamati banyak buku, mengutip kata-kata inspirasi jika perubahan tidak di dasari dengan hati, maka tidak akan tercipta yang namanya perubahan menuju hal yang lebih baik.

Diri kita sendirilah yang akan menjadi penentu kemana tujuan akan berlabuh. Tuhan telah menitipkan akal dan perasaan dalam diri kita, maka pergunakan itu untuk hal yang bermanfaat jika ingin mendapatkan kebahagiaan. inspirasi dan motivasi yang sebenarnya ada dalam diri kita, maka jadilah inspirasi untuk diri sendiri dan orang lain akan mengikuti.

#S.B


0 coment�rios:

Terima kasih telah berkunjung

senja dan pertemuan dengan Maha Pencipta Hidup dalam keluarga yang sederhana, nyaman dan harmonis merupakan karunia yang tak mampu unt...

Bertani, Beternak dan Berpendidikan

senja dan pertemuan dengan Maha Pencipta
Hidup dalam keluarga yang sederhana, nyaman dan harmonis merupakan karunia yang tak mampu untuk dibahasakan oleh lisan. Selalu saja ada kesan-kesan tersendiri ketika orang tuaku mengajak pergi berkebun atau mencari makanan ternak. Sejak masih kelas 4 sekolah dasar, tata’ku (Ayah) sudah memberikan sebuah tanggung jawab. Memelihara kambing sebanyak 3 ekor, dan alhasil berawal dari situ hingga suatu hari kambing saya mencapai 20 ekor lebih dan selama 6 tahun saya melakoni pekerjaan ini sebagai gembala kambing sampai akhirnya beralih memelihara sapi. Ada pesan ayah yang masih kuat dalam ingatan ketika saya masih duduk kelas 3 SMP, “sekarang sapi lagi nu pelihara, jadi pas ko kuliah nanti jualmi itu sapi pake biaya masuk kuliah”. Mendengar kata-kata itu, saya hanya tersenyum. Pemikiran saya belum sampai kesana sementara tata’ku sudah jauh sekali memikirkan masa depan saya.

Apa yang pernah di katakan oleh tata’ku ternyata benar. Setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA, sapi jantan yang ku pelihara selama tiga tahun juga sudah siap untuk di tukar dengan rupiah sekaligus menjadi biaya awal untuk melanjutkan pedidikan di tingkat Universitas. Jika dulunya saya hanya tersenyum saat di beri tahukan nasehat sederhana itu, sekarang saya sudah mulai berpikir bahwa seorang ayah tingkat pemikirannya jauh lebih tajam untuk masa depan anaknya.

Ada pesan sederhana lagi yang beliau pernah sampaikan ketika jalan-jalan ke kebun, orang dulu menganggap bahwa pendidikan itu tidak penting, sehingga mereka sering berkata “Kau sikola, nakke parakai capi, kau tamma’, nakke guppa capi lompo lani balukang” (kamu sekolah, saya pelihara sapi, kamu lulus, saya dapat sapi besar yang siap jual). Tata’ku memiliki pemikiran yang berbeda, bahwa di sekolah tidak harus sepanjang hari di sana, karena itu bagaimana kalau sambil menuntut ilmu secara formal juga melakukan aktivitas lain sehingga keduanya bisa di dapat secara bersamaan.

Tata’ku adalah orang yang demokratis, Dia menyuruhku menjadi apa yang saya mau selama bisa bertanggung jawab untuk diri sendiri serta tetap menjaga nama baik keluarga. Pendidikan adalah wajib kemanapun harus di tuntut, apa lagi ilmu agama. Sebagai orang yang di tokohkan dalam masyarakat, beliau selalu berpesan kepada saya bahwa bukanlah hal yang mudah menjadi orang yang di pentingkan, sebab tanggung jawabnya bukan hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan.

Beliau bukanlah sosok ayah yang harus di takuti oleh anaknya, tetapi Dia bisa menjadi seseorang sesuai dengan kebutuhan anaknya, kadang menjadi guru yang bijak dalam menyampaikan pesan-pesan kehidupan yang bermakna, adakalanya menjadi sosok sahabat yang bisa di tempati untuk bercanda, mencurahkan keresahan dan kebahagaian serta menjadi panutan ketika ingin mengambil sebuah keputusan.

******

Terkadang kita terlalu resah memikirkan masa depan, namun tidak mempersiapkan apa yang di butuhkan untuk masa depan itu. Adakalanya juga menjalani hidup sekarang merasa terlalu berat tanpa pernah menoleh ke masa lalu bahwa kita pernah melewati masa-masa tersulit namun bisa di lalui.

Seperti apapun kita sekarang dan nantinya, itu tidak lepas dari do’a-do’a keluarga yang begitu tulus berharap kepada Tuhan agar kita bisa menjadi orang yang sukses serta rasa tanggung jawab penuh terhadap diri sendiri dan keluarga. Bukanlah kita yang cerdas, namun orang tualah yang cerdas telah melahirkan generasi luar biasa dengan cara mendidik yang bijaksana demi kebaikan anaknya.

0 coment�rios:

Terima kasih telah berkunjung

View Post

PERTAMA DI SUL-SEL: PUSKESMAS SINOA BERINOVASI MEMBENTUK FMPP DAN SASKIA

Pertemuan antara Pengurus Forum Masyarakat Peduli Puskesmas dengan Camat Sinoa dan Kepala Puskesmas Sinoa yang bertempat di Puskesmas Sin...