"verba volant scripta manent"

Home Top Ad

Foto bersama dari Instansi dengan Bidan Dusun Se-Kecamatan Sinoa appakabattu.com Camat Sinoa Bapak Ijas Fajar. SSTP. M. Ap menjadi ref...

LAUNCHING 1 DUSUN 1 BIDAN KEC. SINOA DIHARAP BISA MENJADI PROGRAM NASIONAL

Foto bersama dari Instansi dengan Bidan Dusun Se-Kecamatan Sinoa
appakabattu.com Camat Sinoa Bapak Ijas Fajar. SSTP. M. Ap menjadi reformer pada kegiatan Launching Program Layanan Kesehatan : 1 Dusun 1 Bidan bekerja sama dengan Puskesmas Sinoa yang diselenggarakan di Aula Kantor Camat Sinoa (18/10/2018). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh instansi, lembaga dan tokoh masyarakat yang ada di Kecamatan Sinoa.

Camat Sinoa dalam laporannya menyampaikan bahwa keberadaan 1 Dusun 1 Bidan di semua Desa yang ada di Kecamatan Sinoa diharapkan mampu memberi dampak positif terhadap pelayanan kesehatan, terkhusus pada ibu hamil dan anak mendapat pelayanan yang cepat, tanggap dan berkelanjutan.

Selama ini masyarakat cukup sulit dalam memperoleh pelayanan kesehatan karena jarak antara Dusun dengan ibu kota desa cukup jauh, apalagi masyarakat di desa masih memikirkan biaya transfortasi yang akan di keluarkan karena jarak tempuh yang cukup ekstrim.

Oleh karena itu Pemerintah Kecamatan Sinoa dan Puskesmas Sinoa membuat terobosan baru dengan memanfaatkan Alumni Kebidanan yang berdomisili di dusun masing-masing untuk di fasilitasi peralatan kesehatan agar memudahkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya ibu hamil dan anak.

Karena letak geografis antara satu dusun dengan dusun yang lainnya saling berjauhan sehingga terjadi ketimpangan dalam pelayanan kesehatan, karenanya kami dari Pihak Kecamatan menkoordinasikan kepada Puskesmas untuk mencari solusi, dan akhirnya muncullah gagasan ini yang di beri nama : 1 Dusun 1 Bidan” Tutur Camat Sinoa dalam sambutannya.

Pada kegiatan ini, turut hadir juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng dr. Ichsan. Dalam kesempatannya berbicara, beliau sangat mengapresiasi inovasi-inovasi yang ada di Kecamatan Sinoa. Beliau juga menyampaikan bahwa yang ada di Indonesia itu adalah program 1 Desa 1 Bidan, sementara di Sinoa muncul program baru yang sangat bermutu yakni 1 Dusun 1 Bidan.

Pada tahun 2017, angka persalinan yang menggunakan sarana kesehatan di Kabupaten Bantaeng mencapai 80 %. Kemudian di tahun 2018 untuk sementara sudah mencapai angka 100 %. Kesadaran masyarakat akan pentingnya layanan kesehatan dengan memanfaatkan sarana yang telah di sediakan oleh pemerintah mengalami peningkatan yang sangat drastis.

“Saya juga berharap bahwa program 1 Dusun 1 Bidan ini memberi dampak yang baik kepada masyarakat serta bisa di adopsi oleh kabupaten-kabupaten lain yang ada di Indonesia”. Ucap Pak Kadis sebelum akhirnya membuka acara Launching secara resmi.

(*SB)

1 coment�rios:

Terima kasih telah berkunjung

Foto : www.alexandriaslens.com Generasi kekeninian, milenial, jaman now dan masih banyak lagi istilah-istilah lain yang belum sempa...

HIJRAHMU PALSU, MUNGKIN SEBAIKNYA BEGINI

Foto : www.alexandriaslens.com


Generasi kekeninian, milenial, jaman now dan masih banyak lagi istilah-istilah lain yang belum sempat tersebutkan. Namun tiga istilah paling familiar diatas telah mampu menggambarkan secara keseluruhan generasi muda dan hampir tua saat ini. Dari yang buruk hingga yang santun dalam berakhlak, dari yang pandai dalam prestasi hingga yang ahli membuat sensasi.

Bukanlah sesuatu hal yang sulit untuk mencermati seperti apa kondisi yang terjadi saat ini. Karena dari kejadian yang paling tidak bermutu sampai pada kejadian-kejadian yang mencengangkan dapat kita lihat hanya dengan menggunakan jempol. Era digital telah menggerogoti sendi-sendi kehidupan manusia.

Diakui atau tidak, kondisi kehidupan manusia saat ini selalu ingin manusia-manusia yang lain tahu apa-apa saja aktivitasnya dan seperti apa keadaan perasaannya. Jempol telah merampas sebagian hak mulut untuk menyampaikan. Gadget telah merebut sepertiga hak siang dan malam untuk di pandang dan dinikmati bising juga heningnya.

Namun dari sekian banyak yang hanya piawai dalam menebar sensasi seolah mereka hidup abadi, ternyata masih ada orang-orang yang cerdas dalam mengingatkan. Bahwa hidup bukan kemarin, hari ini dan besok saja. Setelah hidup, ada mati lalu hidup kembali untuk menuju majelis pertanggung jawaban individual.

Keseringan kaum muda-mudi hanya rindu malam pertama setelah ijab kabul terucap, tapi lupa kalau ternyata masih ada malam pertama yang jauh lebih menakjubkan selepas kematian. Lebih sering memamerkan segala hal di media sosial ketimbang menyimpannya sebagai oleh-oleh kenangan.

Terlepas dari dampak tidak baiknya bercengkarama dengan teknologi, masih ada banyak orang yang bisa memetik manfaat untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka mulai dari kebutuhan primer, sekunder ataupun spiritualnya.

Dengan kecanggihan teknologi yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan spritual, hijrah menjadi sesuatu yang sangat fenomenal. Jika dulu, siraman rohani hanya bisa di dapat dengan mendatangi majelis-majelis pengkajian, sekarang cukup modal gadget, daya yang cukup dan kuota internet sudah bisa mendapatkan informasi-informasi sesuai yang di inginkan.

Dari sekian banyak orang yang telah merasa atau sekadar mengaku berhijrah, penulis merangkum beberapa pendapat dari orang-orang yang telah hijrah sebagai bahan referensi tulisan. Dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan dasar, akhirnya penulis mencoba mendesaing kata sederhana yang apa adanya bahwa hijrah itu seperti ini :
  • Berhijrah adalah meninggalkan semual hal buruk, baik itu lalai dari perintah agama atau terlena dengan maksiat. Lalu menuju pada keadaan yang lebih baik sesuai dengan tuntunan yang telah di wahyukan dan di sunnahkan. Dalam istilah generasi kekinian, mereka menyebutnya move on dari kehidupan negatif menuju kehidupan positif dengan mendekatkan diri dan hati disisi Sang Maha Pemilik Hidup dan Mati.

  • Alasan yang mendasari setiap orang dalam berhijrah sangat beragam. Ada yang karena ajakan orang tua dan keluarga, teman, pasangan hidup, karena di tinggal menikah oleh orang yang dikira jodohnya serta karena sering mendengar ceramah-ceramah yang tersaji dimedia sosial sampai meneteskan air mata. Adapula yang hijrah setelah tertimpah musibah atau mendapat ujian. Selalu saja ada sebab ketika Tuhan sudah rindu bermesra dengan hamba-Nya.

  • Tempat memulainya juga berbeda-beda, ada yang memutuskan menata hidup yang lebih baik sejenis hijrah di rumah, di dunia kampus bagi mahasiswa, di majelis-majelis kajian dan masih banyak lagi tempat-tempat lainnya untuk mengawali penataan hidup dengan lebih intens berkomunikasi dengan Tuhan.

  • Ada yang pro dan kontra, ada yang masih malu dan adapula yang sudah percaya diri tampil di muka umum dengan dandanan syar’i yang begitu terlihat santun dan sederhana. Menyikapi respon setiap orang atas perubahan yang dilakukan bagi mereka adalah hal yang wajar. Tugas manusia bukan untuk membuat manusia lain takjub atas apa yang dilakukan, tugas manusia sangat sederhana : menghamba (pada Tuhan) dan berbuat baik (kesesama mahkluk).

  • Sekaitan dengan rasa, resah dan bahagia adalah bagian terpenting dari rasa itu sendiri. Mereka yang telah berhijrah resah ketika melihat saudara-saudaranya masih dibuai gemerlapnya dunia, sementara ia hanya berdiam karena masih belum bisa berbuat apa-apa selain mengajak. Bahagia mereka adalah karena merasa lebih nyaman, terjaga, terhormat dan ragam lainnya.

Jika dahulu hijrahnya Nabi dan para sahabat karena terancam di tanah kelahirannya, saat ini orang-orang hijrah karena mereka mengaku pengikut Nabi tapi jauh dari apa yang telah di sunnahkan beliau. Hingga akhirnya mendapati dirinya dalam kehampaan, barulah sadar bahwa indahnya hidup adalah kematian yang Khusnul Khotimah.

Penulis disini bukanlah seorang yang pandai mengutip ayat suci atau hadits syahi, atau mengerti kitab-kitab, dia hanya seorang pendosa yang selalu berharap ampunan hingga diakhir nafas. Karena saling mengingatkan tidak selalu menggunakan suara yang lantang, terkadang lewat sebait dua bait kata hidayah-Nya kemudian menyambar dan menjelma menjadi secerca cahaya dihati yang harap selalu dijaga.

Sekadar penutup, sudah begitu banyak lika-liku hidup yang telah terlewati. Merasa diri baik-baik saja padahal begitu rapuh dengan kehilangan yang tidak disadari. Hingga pada suatu malam yang hening dan dingin, sepotong kalimat menguap dari dalam hati : Kemana saja aku selama hidupku?

Selamat berhijrah, teguhkan istiqomah.
Wallahu wa'lam bissawaf

(Pen : Liu Panama)

0 coment�rios:

Terima kasih telah berkunjung

Masa-masa indah Sekolah Sepakbola Sinoa appakabattu.com :  Sepakbola itu seperti pertunjukan sihir, mampu menghipnotis setiap pasang...

SSB SINOA BERADA DI UJUNG TANDUK, TERSUNGKUR ATAU BANGKIT?

Masa-masa indah Sekolah Sepakbola Sinoa

appakabattu.comSepakbola itu seperti pertunjukan sihir, mampu menghipnotis setiap pasang mata yang memandangnya. Olahraga sejuta umat yang mampu dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat. Setiap pertunjukannya tidak memandang siapa yang pantas dan atau tidak pantas menjadi penikmatnya.

Selalu ada yang mengharukan didalamnya, drama tanpa rekayasa dari yang berteriak lantang penuh kegembiraan karena kemenangan hingga yang meratap pilu karena pedihnya kekalahan. Namun itulah pertandingan. Selalu saja ada adegan-adegan yang akan sulit untuk dilupakan.

Memilih untuk menjadi seorang pesepakbola di era sekarang bukan lagi sesuatu yang sulit. Ketersediaan sarana dan prasarana, adanya pelatih, kehadiran media digital untuk belajar serta keberhasilan orang-orang yang lebih dulu memilih berkarir di dunia sepakbola profesional bisa menjadi inspirasi.

Keberadaan Sekolah Sepakbola saat ini sangat membantu anak-anak sejak dini menempah hobi mereka, bahwa untuk menjadi pesepakbola ideal dan dilirik oleh tim-tim profesional perlu bekal matang sejak usia dini. Seperti halnya yang dilakukan oleh Sekolah Sepakbola Sinoa dibawah asuhan Coach Adi.

Melimpahnya bibit-bibit pemain unggul saat itu namun tidak terorganisir membuat jiwa Coach Adi terpanggil untuk melakukan sesuatu. Meski dipenuhi dengan keterbatasan, karena tekad untuk berbuat sudah membulat akhirnya terbentuklah Sekolah Sepakbola Sinoa (SSB Sinoa) di tahun 2011.

Sang pelatih saat dihubungi appakabattu.com via whatsapp menyampaikan bahwa potensi anak-anak saat itu serta kefanatikannya terhadap sepakbola sangat di luar nalar. Yang tertangkap dimata saya adalah mereka bisa bermain dimana saja, baik itu di lapangan, di jalanan beraspal, di kebun dan sebagainya. Porsi pertandingannya pun sangat minim, hanya satu atau dua kali setahun  ketika mengikuti pertandingan sekolah antar SD.

Alasan saya membina mereka karena melihat semangat anak usia dini pada waktu itu yang bermain sepakbola secara manual (kadang dilapangan, di jalanan, di kebun dan lain-lain) serta ikut pertandingan cuma satu atau dua kali setahun, itupun hanya mewakili SD nya”, Ungkap Coach Adi.

Awal pembentukan sekaligus latihan di tahun 2011, respon masyarakat terhadap keberadaan SSB Sinoa masih tidak di anggap sama sekali. Bahkan, sering pula ada yang mencibir atau menertawakan mereka karena gawang yang di pakai hanya batu atau sepotong bambu untuk sekadar target permainan.

Seragam belum ada, sepatu yang dipakai anak-anak binaan juga bervariasi. Ada yang menggunakan sepatu bekas atau bahkan memakai sepatu sekolah mereka untuk pergi latihan. Jumlah siswa SSB Sinoa pada saat itu hanya 17 orang dengan bola hanya 1 saja. Saat itu dukungan pemerintah atau donator belum ada sama sekali.

  • Prestasi SSB Sinoa
Meski diliputi dengan keterbatasan, pelatih tetap memberi semangat kepada anak binaannya untuk serius berlatih. Tak peduli betapa bisingnya cibiran dan tertawaan, mereka tetap semangat latihan dalam mengasah mental dan teknik permainan.

Setelah beberapa bulan latihan, SSB Sinoa mendapat undangan untuk mengikuti turnamen Danone Cup 2011 Se-Kab. Bantaeng. Dan alhasil SSB Sinoa berhasil menyabet gelar juara 1 pada saat itu, baru beberapa bulan latihan rutin dengan pola yang tersistematis sudah bisa meraih juara. Sungguh mengharukan perjuangan anak binaan SSB Sinoa.

Tahun 2012, SSB Sinoa mendapat kesempatan untuk mewakili Kab. Bantaeng mengikuti Danone Cup Se-Sulawesi Selatan. Dengan kepercayaan diri dan teknik permainan yang teruji, SSB Sinoa berhasil meraih gelar juara III di level provinsi.

Setelah meraih tempat ketiga di tingkat provinsi kemudian di beritakan di surat kabar harian, barulah SSB Sinoa mulai di lirik dan mendapat pengakuan. Ir. Sahabuddin yang akrab di panggil Pak Nyong yang pada saat itu berada di Jakarta menelpon langsung kepada Coach Adi. Selang beberapa hari, Pak Nyong pun menyempatkan diri hadir di lapangan Sepakbola Takkang Bassia Sinoa dengan membawa bola dalam jumlah banyak dan baju seragam latihan.

Tahun 2013 tidak ada gelar sama sekali, hingga akhirnya ada turnamen khusus Panaikang Cup U-13 di tahun 2014. Lagi-lagi mereka masuk finalis meski hanya mampu meraih tempat ketiga turnamen tersebut. Namun tetap di apresiasi karena perjuangan yang Spartan dari anak binaan SSB Sinoa.

Setelah cukup berpengalaman di level turnamen, beberapa pemain pun yang sudah memiliki mental dan pengalaman mencoba hal baru. Tahun 2014, AC Milan Camp mengadakan seleksi pencarian bakat sehingga Irfan Jaya, Kahar Kalu, Rusdi dan Resky Diaul Haq ikut berpartisipasi. Tahun 2015, Irfan Jaya dan Kahar Kalu kembali mengikuti seleksi pencarian bakat dan masuk 10 besar dari total 360 orang peserta seleksi.

Beberapa alumni dari SSB Sinoa telah meraih mimpi mereka untuk bermain di level profesional. Irfan Jaya dan Kahar Kalu sudah merasakan hasilnya, mulai dari masuknya mereka di tim PORDA Kab. Bantaeng, PSM U-21, Persebaya serta Barito Putera U-19 hingga mengenakan Jersey Timnas Indonesia.

Anak gunung bisa meraih mimpi adalah motto yang selalu di teriakkan oleh siswa SSB Sinoa. Jika di awal latihan, mereka masih mengidolakan pemain-pemain fenomenal seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, saat ini yang menginspirasi mereka adalah sosok Irfan Jaya dan Kahar Kalu yang memang asli alumni SSB Sinoa yang telah berhasil meraih mimpinya. Bahkan ada film yang berjudul Anak Gunung Bisa Meraih Mimpi di tahun 2013 dan sudah beredar di youtube.com.

  • Harapan SSB Sinoa
2017 adalah masa-masa yang sulit bagi SSB Sinoa, faktor kesibukan dan minat latihan anak-anak yang semakin menurun membuat SSB Sinoa berada di ujung tanduk. Fakum selama setahun bukanlah hal yang di inginkan, namun kondisi yang memaksa demikian.

Peralatan yang dulunya tersedia seperti bola, seragam dan gawang mini sudah tidak ada. Namun, kondisi sulit tersebut berhasil di lewati dan SSB Sinoa tidak jadi sakratul maut. 2018, tahun ini SSB Sinoa kembali bangkit. Sang Maestro kembali membina anak-anak usia dini sembari membenahi segala yang di perlukan demi kelanggengan SSB Sinoa.

Harapan SSB Sinoa saat ini adalah mendapat perhatian khusus dari pemerintah setempat, dukungan yang pernah di berikan dulu baiknya lebih ditingkatkan lagi. Serta dukungan dari kabupaten agar SSB Sinoa bisa kembali melahirkan sosok-sosok IJ41 dan KK10 berikutnya.

Dukungan dari semua pihak pun sangat diharapkan, karena SSB Sinoa saat ini masih dalam tahap pemulihan untuk bangkit kembali meraih kejayaan yang pernah di rasakan dulu. Semoga informasi ini membuka mata dan hati kita untuk saling memperhatikan, dalam rangka pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia. (*SB)

0 coment�rios:

Terima kasih telah berkunjung

Pertemuan antara Pengurus Forum Masyarakat Peduli Puskesmas dengan Camat Sinoa dan Kepala Puskesmas Sinoa yang bertempat di Puskesmas Sin...

PERTAMA DI SUL-SEL: PUSKESMAS SINOA BERINOVASI MEMBENTUK FMPP DAN SASKIA

Pertemuan antara Pengurus Forum Masyarakat Peduli Puskesmas dengan Camat Sinoa dan Kepala Puskesmas Sinoa yang bertempat di Puskesmas Sinoa (Foto : appakabattu.com

appakabattu.com . (Sinoa) Seiring perkembangan zaman, pemikiran serta budaya menuntut manusia untuk memunculkan hal-hal baru dan berbeda dari sebelumnya yang kemudian di kemas lalu di labeli nama sewujud : inovasi.

Faktor ketidakpuasan terhadap suatu layanan atau hal-hal lain sehingga mempengaruhi munculnya inovasi-inovasi yang dianggap sebagai cara yang lebih efektif untuk memecahkan suatu persoalan, ataupun di jadikan sebagai alternatif pemecahan masalah jika cara sebelumnya tidak maksimal atau belum berhasil.

Menerawang kembali Puskesmas Sinoa pada tahun-tahun yang lalu, sangat berbanding terbalik dengan kondisi Puskesmas Sinoa saat ini setelah tersentuh inovasi. Lewat sentuhan lembut dan pemikiran dingin dari Kepala Puskesmas Sinoa : H. Iwan Setiawan, Puskesmas Sinoa mewujud pada sesuatu yang sangat mengagumkan.

Mulai dari penataan ruangan yang dirombak habis-habisan demi kenyamanan pelayanan, etika pelayanan pun di utamakan demi mengurangi dan jika perlu tidak ada lagi keluhan-keluhan dari pengunjung. Saat ini Puskesmas Sinoa bukan hanya terlihat indah secara estetika, namun juga mengagumkan secara etika. Meski hal tersebut bukanlah sesuatu hal yang mudah, Pihak Puskesmas Sinoa selalu berusaha agar sampai pada level Paripurna.

Menurut Pak Iwan selaku Kepala Puskemas Sinoa, beliau menuturkan bahwa meningkatkan derajat masyarakat Sinoa yang mandiri dan sehat adalah salah satu misi kami disini, sehingga beragam inovasi kita munculkan agar misi tersebut benar-benar terwujud secara paripurna. Tutur beliau saat rapat di Forum Masyarakat Peduli Puskesmas (09/10/18).

“meningkatkan derajat masyarakat Sinoa yang mandiri dan sehat adalah salah satu misi kami disini, sehingga beragam inovasi kita munculkan agar misi tersebut benar-benar terwujud secara paripurna”Tuturnya.

Selain Pak Iwan, Pak Camat Sinoa : Ijas Fajar, juga menambahkan bahwa inovasi sangat perlu dalam pelayanan kesehatan. Serta wujud dukungan kita terhadap program Bupati Bantaeng yaitu pengembangan sumber daya manusia mulai dari dalam kandungan seperti pemberian gizi terhadap ibu hamil.

Selain itu, Pak Camat juga menegaskan bahwa petugas Puskesmas Sinoa tidak perlu takut dengan penilaian masyarakat selama itu bersifat konstruktif, karena hal tersebut akan membuat kita semakin dekat dengan masyarakat dan membuat masyarakat tidak lagi phobia dengan yang namanya Puskesmas.

“Jadi, tidak perlu takut dengan saran atau penilaian-penilaian masyarakat selama sifatnya membangun, karena dengan cara itu kita akan semakin dekat dengan masyarakat dan membuatnya tidak lagi takut untuk sekadar berkunjung ke puskesmas.” Ungkap Pak Ijas Fajar yang akrab di sapa Pak Camat.

Beberapa inovasi atau program kebaruan di sampaikan pada rapat Forum Masyarakat Peduli Puskesmas oleh Kepala Puskesmas, yang diharap bukan sekadar pencitraan menjelang akreditasi. Namun betul-betul di ejawantahkan setiap hari selama jam kerja. Dan jauh sebelum akreditasi menjadi pusat perhatian, beberapa program memang telah di laksanakan dan mendapat respon positif dari masyarakat.

*****************

Tim data dari appakabattu.com merangkum beberapa program inovasi dari Puskesmas Sinoa, baik yang telah berjalan maupun yang masih dalam tahap pengumpulan data sehingga masih memerlukan waktu sebelum benar-benar di aplikasikan. Berikut daftar beserta ulasannya, seperti :

1. FMPP Kec. Sinoa

Forum Masyarakat Peduli Puskesmas Kecamatan Sinoa atau lebih sering disingkat FMPP merupakan inovasi kebaruan sekaligus forum resmi yang bertujuan menjadi wadah masyarakat untuk menyampaikan baik itu saran maupun berupa keluhan. Forum ini juga di klaim yang pertama kali bukan hanya di Kab. Bantaeng, namun pertama di Provinsi Sulawesi Selatan.

Program ini sudah berjalan selama hampir satu tahun dan menjadi program andalan dari Puskesmas Sinoa, forum ini di ketuai oleh salah satu tokoh pemuda yang cukup tenar namanya karena beragam prestasi yang telah di raihnya. Sosok yang selalu berpikir kritis demi kemajuan. Beliau adalah : Kakanda Mahmud Baso.

2. SASKIA

Saskia yang merupakan singakatan dari Satu Bendera Satu Sasaran Kesehatan adalah program yang masih dalam tahap perampungan data. Di target mampu terealisasi tahun ini dengan harapan tak ada lagi ibu hamil atau anak kecil yang tidak terdeteksi layanan kesehatan.

3. 1 Bidan 1 Dusun

Inovasi berikutnya adalah 1 bidan 1 dusun, demi peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, pihak Puskesmas Sinoa mengupayakan semaksimal mungkin dalam memberdayakan lulusan- lulusan AKBID untuk di tugaskan di tiap-tiap dusun yang ada di wilayah Kecamatan Sinoa.

Tujuannya adalah memberi pelayanan yang cepat terhadap ibu hamil mulai dari usia kandungan nol bulan hingga pada usia kelahiran. Di tahun 2018 hingga 2020 di harapkan tak ada lagi dusun yang kosong akan program 1 dusun 1 bidan ini.

4. Pemberdayaan Kader

Ada beragam kader yang di bentuk oleh Puskesmas Sinoa, seperti Kader kesehatan, kader jurumantik, kader kia gizi, kader kesling, duta cilik dan kader penyuluh agama. Untuk kader penyuluh agama, pihak puskemas bermitra dengan KUA Kec. Sinoa dalam mengkampanyekan akan pentingnya kesehatan. Sebab bukan hal baru lagi bahwa kesehatan adalah bagian daripada iman.

5. Ulang Tahun Di Posyandu

Memberi stimulus kepada anak-anak kecil untuk lebih tertarik datang ke posyandu dengan merayakan serta memberi hadiah atau berupa kado kepada anak yang sedang berulang tahun. Tentu hal ini akan semakin memotivasi anak-anak untuk datang ke posyandu.

6. Ammuntuli Baribbasa dan Sipakalabbiri

Dan lagi terobosan baru yang di laksanakan oleh Puskesmas Sinoa dalam hal pelayanan, Ammuntuli Baribbasa dan Sipakalabbiri adalah program yang di serap dari dari Bahasa Makassar dan memiliki makna yang sangat dalam.

Ammuntuli Baribbasa yang artinya menyambut pagi adalah program pengenalan kepada pasien ataupun masyarakat yang sekadar lewat di depan puskesmas bahwa hari ini yang bertugas adalah dokter A misalnya, atau sarana transfaransi informasi baik itu pelayana administrasi maupun sosialisasi untuk program yang akan di laksanakan selanjutnya.

Sipakalabbiri memiliki arti yang sangat sakral yaitu saling menghargai. Dalam hal ini, jika sebelumnya pelayanan yang di laksanakan terdapat sekat antara pengunjung atau calon pasien dengan petugas kesehatan. Berbeda dengan model Sipakalabbiri dimana sistem pelayanan dilakukan secara face to face on the same table.

Tentu hal ini bertujuan memberi perhatian khusus kepada pengunjung agar rasa aman dan kenyamanan bisa di dapatkan saat datang ke puskesmas. Dan calon pasien merasa beban penyakitnya menjadi lebih berkurang dengan pelayanan tersebut. Senyum, salam dan sapa adalah obat paling mustajab pembunuh kegugupan.

Informasi ini di harapkan bisa memberi manfaat bagi masyarakat baik itu masyarakat Kecamatan Sinoa pada khususnya, dan masyarakat dalam skala nasional pada umumnya. Mendukung program kesehatan yang ada di Puskesmas Sinoa adalah wujud kepedulian kita terhadap pemerataan pelayanan kesehatan yang ada di Kecamatan Sinoa dan menarik dinantikan program-program inovasi berikutnya. (*SB)

0 coment�rios:

Terima kasih telah berkunjung

Konsultasi menu inovasi Kades Bt. Bulaeng H. Sampara Syafruddin (Kanan) dengan PDP Kec. Sinoa Safri (Kiri) serta Kepala Desa Bt. Tangng...

29 KOMITMEN PROGRAM INOVASI DESA SE-KEC. SINOA YANG BUTUH DI KAWAL BERSAMA!!!


Konsultasi menu inovasi Kades Bt. Bulaeng H. Sampara Syafruddin (Kanan) dengan PDP Kec. Sinoa Safri (Kiri) serta Kepala Desa Bt. Tangnga (Ujung Kiri)

appakabattu.com : Kegiatan Bursa Inovasi Desa 2018 di Gedung Balai Kartini Kab. Bantaeng yang dilaksanakan oleh Tim Inovasi Kabupaten (TIK) bersama Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) serta Tenaga Pendamping Desa Se-Kabupaten Bantaeng (30/09/18).

Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan penting Program Inovasi Desa, karena secara langsung memberi ruang kepada sejumlah Desa yang ada di Kab. Bantaeng untuk menemukan program ideal yang bersifat inovatif dalam menunjang pembangunan di desanya kedepan.

Pada Bursa Inovasi Desa kali ini, Bupati Bantaeng Dr. Ilham Azikin. M. Si, hadir langsung membuka acara ini. Tak lupa mengajak seluruh Kepala Desa Se-Kab. Bantaeng untuk menemukan program inovasi yang tepat guna dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat yang ada di desa tersebut. Inovasi setiap desa akan dilombakan pada tahun berikutnya untuk memacu semangat inovasi, imbuhnya.

“Saya mengajak kepada seluruh Kepala Desa agar menemukan program inovasi yang tepat, cerdas dan bermanfaat bagi masyarakat luas, tahun berikutnya akan kita lombakan” Ungkap Pak Bupati Bantaeng.

Berikut adalah daftar 29 Komitmen Program Inovasi Desa dan 14 Ide Program Inovasi yang telah di replikasi oleh 6 Desa yang ada di Kecamatan Sinoa dan di rangkum oleh Tim Pelaksana Inovasi Desa Kec. Sinoa, diantaranya:

A. Desa Bonto Tiro (Kepala Desa : ARMAN)

1. Hasil Replikasi Komitmen Inovasi
  • Lahan kosong untuk taman olahraga desa (B8) serta Pembangunan dan pengelolaan sarana olahraga (SORGA) multi fungsi untuk mengembangkan bakat, minat dan potensi desa (B20).
  • Pembebasan lahan untuk pembangunan embung melalui Permusyawaratan desa (B6)
  • Pertanian Alami (P2KTD)


2. Hasil Ide Inovasi Desa
  • Satu Bidan Satu Dusun
  • Emergancy Cara (Mobil Peduli Rakyat)
  • Taman Bermain Anak (Objekwisata)


B. Desa Bonto Maccini (Kepala Desa : H. RAMLI)

1. Hasil Replikasi Komitmen Inovasi
  • Memenuhi kebutuhan SDM Teknis melalui sekolah teknik desa (A.01)
  • Pakan ternak fermentasi pengganti rumput (A9)

2. Hasil Ide Inovasi Desa
  • Wisata alam Turungan Tangkulu, Cekala dan Bukit Tompo
  • Pembangunan Kantor Lembaga Desa berbasis Satu Atap


C. Desa Bonto Bulaeng (Kepala Desa : H. SAMPARA SYAFRUDDIN)

1. Hasil Replikasi Komitmen Inovasi
  • Forum kesehatan desa siaga (A32)
  • Upaya desa meningkatkan pendapatan warga melalui komoditas bawang (C8)
  • Produl unggulan desa (Prudes) Buah Naga meningkatkan perekonomian petani Buah Naga (C14)

2. Hasil Ide Inovasi Desa
  • Penambahan PUSKEDES
  • Pengelolaan dan pemanfaatn kotoran ternak (Pupuk kompos)


D. Desa Bonto Karaeng (Kepala Desa : H. ARIFUDDIN)

1. Hasil Replikasi Komitmen Inovasi
  • Peningkatan penerimaan Desa melalui pengelolaan wisata sejarah (A3)
  • Menata kawasan pertanian menjadi taman edukasi Tematik Desa (A12)
  • Lahan kosong untuk taman olahraga desa (B8)
  • Pengelolaan sumber mata air melalui konservasi hutan berbasis kearifan lokal oleh Pemerintah Desa (B21)
  • Upaya desa meningkatkan pendapatan warga melalui komoditas bawang (C8)
  • Pemanfaatn potensi desa (C13)


E. Desa Bonto Majannang (Kepala Desa : ABD. HAFID)

1. Hasil Replikasi Komitmen Inovasi
  • Menumbuhkan minat baca di desa (A21)
  • Pengalokasian dana desa untuk PAUD dengan surat hibah (A28)
  • Kajian untuk menentukan teknologi sumur dan ketersediaan air (B8)
  • Pengelolaan saran air bersih (B11)
  • Pembangunan dan pengelolaan sarana olahraga (SORGA) multi fungsi untuk mengembangkan bakat, minat dan potensi desa (B20)
  • Upaya desa meningkatkan pendapatan warga melalui komoditas bawang (C8)
  • Menjamin kesehatan warga dengan Kartu Desa Sehat (C9)
  • Pemanfaatn potensi desa (C13)
  • Gedung olahraga untuk rakyat (C16)
  • Pemanfaatn COIN dalam system pembagian air (C18)


2. Hasil Ide Inovasi Desa
  • Forum kesehatan desa siaga (A32)
  • Upaya desa meningkatkan pendapatan warga melalui komoditas bawang (C8)
  • Produl unggulan desa (Prudes) Buah Naga meningkatkan perekonomian petani Buah Naga (C14)

F. Desa Bonto Mate’ne (Kepala Desa : IRWAN. SE)

1. Hasil Replikasi Komitmen Inovasi
  • Memenuhi kebutuhan SDM Teknis melalui sekolah teknik desa A.01)
  • Peningkatan pelayanan kependudukan berbasis digital (A2)
  • Produl unggulan desa (Prudes) Jagung meningkatkan perekonomian petani jagung (C14)


Demikianlah daftar replikasi Program Inovasi Desa Se-Kecmatan Sinoa, tugas kita saat ini adalah membersamai mereka dalam mewujudkan pembangunan yang inovatif dan berdampak baik bagi seluruh masyarakat di masing-masing desa. Serta sebagai wujud visi Membangun Bangsa dari Desa.

Semoga pada Bursa Inovasi Desa berikutnya, sudah ada menu lokal dari Desa yang ada di Kecamatan Sinoa yang bisa di sajikan dan di adopsi oleh seluruh Desa yang ada di Indonesia. Akhir kata, semoga informasi ini bermanfaat. (*SB)


0 coment�rios:

Terima kasih telah berkunjung

View Post

PERTAMA DI SUL-SEL: PUSKESMAS SINOA BERINOVASI MEMBENTUK FMPP DAN SASKIA

Pertemuan antara Pengurus Forum Masyarakat Peduli Puskesmas dengan Camat Sinoa dan Kepala Puskesmas Sinoa yang bertempat di Puskesmas Sin...