"verba volant scripta manent"

Home Top Ad

Pertemuan antara Pengurus Forum Masyarakat Peduli Puskesmas dengan Camat Sinoa dan Kepala Puskesmas Sinoa yang bertempat di Puskesmas Sin...

PERTAMA DI SUL-SEL: PUSKESMAS SINOA BERINOVASI MEMBENTUK FMPP DAN SASKIA

Pertemuan antara Pengurus Forum Masyarakat Peduli Puskesmas dengan Camat Sinoa dan Kepala Puskesmas Sinoa yang bertempat di Puskesmas Sinoa (Foto : appakabattu.com

appakabattu.com . (Sinoa) Seiring perkembangan zaman, pemikiran serta budaya menuntut manusia untuk memunculkan hal-hal baru dan berbeda dari sebelumnya yang kemudian di kemas lalu di labeli nama sewujud : inovasi.

Faktor ketidakpuasan terhadap suatu layanan atau hal-hal lain sehingga mempengaruhi munculnya inovasi-inovasi yang dianggap sebagai cara yang lebih efektif untuk memecahkan suatu persoalan, ataupun di jadikan sebagai alternatif pemecahan masalah jika cara sebelumnya tidak maksimal atau belum berhasil.

Menerawang kembali Puskesmas Sinoa pada tahun-tahun yang lalu, sangat berbanding terbalik dengan kondisi Puskesmas Sinoa saat ini setelah tersentuh inovasi. Lewat sentuhan lembut dan pemikiran dingin dari Kepala Puskesmas Sinoa : H. Iwan Setiawan, Puskesmas Sinoa mewujud pada sesuatu yang sangat mengagumkan.

Mulai dari penataan ruangan yang dirombak habis-habisan demi kenyamanan pelayanan, etika pelayanan pun di utamakan demi mengurangi dan jika perlu tidak ada lagi keluhan-keluhan dari pengunjung. Saat ini Puskesmas Sinoa bukan hanya terlihat indah secara estetika, namun juga mengagumkan secara etika. Meski hal tersebut bukanlah sesuatu hal yang mudah, Pihak Puskesmas Sinoa selalu berusaha agar sampai pada level Paripurna.

Menurut Pak Iwan selaku Kepala Puskemas Sinoa, beliau menuturkan bahwa meningkatkan derajat masyarakat Sinoa yang mandiri dan sehat adalah salah satu misi kami disini, sehingga beragam inovasi kita munculkan agar misi tersebut benar-benar terwujud secara paripurna. Tutur beliau saat rapat di Forum Masyarakat Peduli Puskesmas (09/10/18).

“meningkatkan derajat masyarakat Sinoa yang mandiri dan sehat adalah salah satu misi kami disini, sehingga beragam inovasi kita munculkan agar misi tersebut benar-benar terwujud secara paripurna”Tuturnya.

Selain Pak Iwan, Pak Camat Sinoa : Ijas Fajar, juga menambahkan bahwa inovasi sangat perlu dalam pelayanan kesehatan. Serta wujud dukungan kita terhadap program Bupati Bantaeng yaitu pengembangan sumber daya manusia mulai dari dalam kandungan seperti pemberian gizi terhadap ibu hamil.

Selain itu, Pak Camat juga menegaskan bahwa petugas Puskesmas Sinoa tidak perlu takut dengan penilaian masyarakat selama itu bersifat konstruktif, karena hal tersebut akan membuat kita semakin dekat dengan masyarakat dan membuat masyarakat tidak lagi phobia dengan yang namanya Puskesmas.

“Jadi, tidak perlu takut dengan saran atau penilaian-penilaian masyarakat selama sifatnya membangun, karena dengan cara itu kita akan semakin dekat dengan masyarakat dan membuatnya tidak lagi takut untuk sekadar berkunjung ke puskesmas.” Ungkap Pak Ijas Fajar yang akrab di sapa Pak Camat.

Beberapa inovasi atau program kebaruan di sampaikan pada rapat Forum Masyarakat Peduli Puskesmas oleh Kepala Puskesmas, yang diharap bukan sekadar pencitraan menjelang akreditasi. Namun betul-betul di ejawantahkan setiap hari selama jam kerja. Dan jauh sebelum akreditasi menjadi pusat perhatian, beberapa program memang telah di laksanakan dan mendapat respon positif dari masyarakat.

*****************

Tim data dari appakabattu.com merangkum beberapa program inovasi dari Puskesmas Sinoa, baik yang telah berjalan maupun yang masih dalam tahap pengumpulan data sehingga masih memerlukan waktu sebelum benar-benar di aplikasikan. Berikut daftar beserta ulasannya, seperti :

1. FMPP Kec. Sinoa

Forum Masyarakat Peduli Puskesmas Kecamatan Sinoa atau lebih sering disingkat FMPP merupakan inovasi kebaruan sekaligus forum resmi yang bertujuan menjadi wadah masyarakat untuk menyampaikan baik itu saran maupun berupa keluhan. Forum ini juga di klaim yang pertama kali bukan hanya di Kab. Bantaeng, namun pertama di Provinsi Sulawesi Selatan.

Program ini sudah berjalan selama hampir satu tahun dan menjadi program andalan dari Puskesmas Sinoa, forum ini di ketuai oleh salah satu tokoh pemuda yang cukup tenar namanya karena beragam prestasi yang telah di raihnya. Sosok yang selalu berpikir kritis demi kemajuan. Beliau adalah : Kakanda Mahmud Baso.

2. SASKIA

Saskia yang merupakan singakatan dari Satu Bendera Satu Sasaran Kesehatan adalah program yang masih dalam tahap perampungan data. Di target mampu terealisasi tahun ini dengan harapan tak ada lagi ibu hamil atau anak kecil yang tidak terdeteksi layanan kesehatan.

3. 1 Bidan 1 Dusun

Inovasi berikutnya adalah 1 bidan 1 dusun, demi peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, pihak Puskesmas Sinoa mengupayakan semaksimal mungkin dalam memberdayakan lulusan- lulusan AKBID untuk di tugaskan di tiap-tiap dusun yang ada di wilayah Kecamatan Sinoa.

Tujuannya adalah memberi pelayanan yang cepat terhadap ibu hamil mulai dari usia kandungan nol bulan hingga pada usia kelahiran. Di tahun 2018 hingga 2020 di harapkan tak ada lagi dusun yang kosong akan program 1 dusun 1 bidan ini.

4. Pemberdayaan Kader

Ada beragam kader yang di bentuk oleh Puskesmas Sinoa, seperti Kader kesehatan, kader jurumantik, kader kia gizi, kader kesling, duta cilik dan kader penyuluh agama. Untuk kader penyuluh agama, pihak puskemas bermitra dengan KUA Kec. Sinoa dalam mengkampanyekan akan pentingnya kesehatan. Sebab bukan hal baru lagi bahwa kesehatan adalah bagian daripada iman.

5. Ulang Tahun Di Posyandu

Memberi stimulus kepada anak-anak kecil untuk lebih tertarik datang ke posyandu dengan merayakan serta memberi hadiah atau berupa kado kepada anak yang sedang berulang tahun. Tentu hal ini akan semakin memotivasi anak-anak untuk datang ke posyandu.

6. Ammuntuli Baribbasa dan Sipakalabbiri

Dan lagi terobosan baru yang di laksanakan oleh Puskesmas Sinoa dalam hal pelayanan, Ammuntuli Baribbasa dan Sipakalabbiri adalah program yang di serap dari dari Bahasa Makassar dan memiliki makna yang sangat dalam.

Ammuntuli Baribbasa yang artinya menyambut pagi adalah program pengenalan kepada pasien ataupun masyarakat yang sekadar lewat di depan puskesmas bahwa hari ini yang bertugas adalah dokter A misalnya, atau sarana transfaransi informasi baik itu pelayana administrasi maupun sosialisasi untuk program yang akan di laksanakan selanjutnya.

Sipakalabbiri memiliki arti yang sangat sakral yaitu saling menghargai. Dalam hal ini, jika sebelumnya pelayanan yang di laksanakan terdapat sekat antara pengunjung atau calon pasien dengan petugas kesehatan. Berbeda dengan model Sipakalabbiri dimana sistem pelayanan dilakukan secara face to face on the same table.

Tentu hal ini bertujuan memberi perhatian khusus kepada pengunjung agar rasa aman dan kenyamanan bisa di dapatkan saat datang ke puskesmas. Dan calon pasien merasa beban penyakitnya menjadi lebih berkurang dengan pelayanan tersebut. Senyum, salam dan sapa adalah obat paling mustajab pembunuh kegugupan.

Informasi ini di harapkan bisa memberi manfaat bagi masyarakat baik itu masyarakat Kecamatan Sinoa pada khususnya, dan masyarakat dalam skala nasional pada umumnya. Mendukung program kesehatan yang ada di Puskesmas Sinoa adalah wujud kepedulian kita terhadap pemerataan pelayanan kesehatan yang ada di Kecamatan Sinoa dan menarik dinantikan program-program inovasi berikutnya. (*SB)

0 coment�rios:

Terima kasih telah berkunjung

View Post

PERTAMA DI SUL-SEL: PUSKESMAS SINOA BERINOVASI MEMBENTUK FMPP DAN SASKIA

Pertemuan antara Pengurus Forum Masyarakat Peduli Puskesmas dengan Camat Sinoa dan Kepala Puskesmas Sinoa yang bertempat di Puskesmas Sin...