"verba volant scripta manent"

Home Top Ad

Masa-masa indah Sekolah Sepakbola Sinoa appakabattu.com :  Sepakbola itu seperti pertunjukan sihir, mampu menghipnotis setiap pasang...

SSB SINOA BERADA DI UJUNG TANDUK, TERSUNGKUR ATAU BANGKIT?

Masa-masa indah Sekolah Sepakbola Sinoa

appakabattu.comSepakbola itu seperti pertunjukan sihir, mampu menghipnotis setiap pasang mata yang memandangnya. Olahraga sejuta umat yang mampu dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat. Setiap pertunjukannya tidak memandang siapa yang pantas dan atau tidak pantas menjadi penikmatnya.

Selalu ada yang mengharukan didalamnya, drama tanpa rekayasa dari yang berteriak lantang penuh kegembiraan karena kemenangan hingga yang meratap pilu karena pedihnya kekalahan. Namun itulah pertandingan. Selalu saja ada adegan-adegan yang akan sulit untuk dilupakan.

Memilih untuk menjadi seorang pesepakbola di era sekarang bukan lagi sesuatu yang sulit. Ketersediaan sarana dan prasarana, adanya pelatih, kehadiran media digital untuk belajar serta keberhasilan orang-orang yang lebih dulu memilih berkarir di dunia sepakbola profesional bisa menjadi inspirasi.

Keberadaan Sekolah Sepakbola saat ini sangat membantu anak-anak sejak dini menempah hobi mereka, bahwa untuk menjadi pesepakbola ideal dan dilirik oleh tim-tim profesional perlu bekal matang sejak usia dini. Seperti halnya yang dilakukan oleh Sekolah Sepakbola Sinoa dibawah asuhan Coach Adi.

Melimpahnya bibit-bibit pemain unggul saat itu namun tidak terorganisir membuat jiwa Coach Adi terpanggil untuk melakukan sesuatu. Meski dipenuhi dengan keterbatasan, karena tekad untuk berbuat sudah membulat akhirnya terbentuklah Sekolah Sepakbola Sinoa (SSB Sinoa) di tahun 2011.

Sang pelatih saat dihubungi appakabattu.com via whatsapp menyampaikan bahwa potensi anak-anak saat itu serta kefanatikannya terhadap sepakbola sangat di luar nalar. Yang tertangkap dimata saya adalah mereka bisa bermain dimana saja, baik itu di lapangan, di jalanan beraspal, di kebun dan sebagainya. Porsi pertandingannya pun sangat minim, hanya satu atau dua kali setahun  ketika mengikuti pertandingan sekolah antar SD.

Alasan saya membina mereka karena melihat semangat anak usia dini pada waktu itu yang bermain sepakbola secara manual (kadang dilapangan, di jalanan, di kebun dan lain-lain) serta ikut pertandingan cuma satu atau dua kali setahun, itupun hanya mewakili SD nya”, Ungkap Coach Adi.

Awal pembentukan sekaligus latihan di tahun 2011, respon masyarakat terhadap keberadaan SSB Sinoa masih tidak di anggap sama sekali. Bahkan, sering pula ada yang mencibir atau menertawakan mereka karena gawang yang di pakai hanya batu atau sepotong bambu untuk sekadar target permainan.

Seragam belum ada, sepatu yang dipakai anak-anak binaan juga bervariasi. Ada yang menggunakan sepatu bekas atau bahkan memakai sepatu sekolah mereka untuk pergi latihan. Jumlah siswa SSB Sinoa pada saat itu hanya 17 orang dengan bola hanya 1 saja. Saat itu dukungan pemerintah atau donator belum ada sama sekali.

  • Prestasi SSB Sinoa
Meski diliputi dengan keterbatasan, pelatih tetap memberi semangat kepada anak binaannya untuk serius berlatih. Tak peduli betapa bisingnya cibiran dan tertawaan, mereka tetap semangat latihan dalam mengasah mental dan teknik permainan.

Setelah beberapa bulan latihan, SSB Sinoa mendapat undangan untuk mengikuti turnamen Danone Cup 2011 Se-Kab. Bantaeng. Dan alhasil SSB Sinoa berhasil menyabet gelar juara 1 pada saat itu, baru beberapa bulan latihan rutin dengan pola yang tersistematis sudah bisa meraih juara. Sungguh mengharukan perjuangan anak binaan SSB Sinoa.

Tahun 2012, SSB Sinoa mendapat kesempatan untuk mewakili Kab. Bantaeng mengikuti Danone Cup Se-Sulawesi Selatan. Dengan kepercayaan diri dan teknik permainan yang teruji, SSB Sinoa berhasil meraih gelar juara III di level provinsi.

Setelah meraih tempat ketiga di tingkat provinsi kemudian di beritakan di surat kabar harian, barulah SSB Sinoa mulai di lirik dan mendapat pengakuan. Ir. Sahabuddin yang akrab di panggil Pak Nyong yang pada saat itu berada di Jakarta menelpon langsung kepada Coach Adi. Selang beberapa hari, Pak Nyong pun menyempatkan diri hadir di lapangan Sepakbola Takkang Bassia Sinoa dengan membawa bola dalam jumlah banyak dan baju seragam latihan.

Tahun 2013 tidak ada gelar sama sekali, hingga akhirnya ada turnamen khusus Panaikang Cup U-13 di tahun 2014. Lagi-lagi mereka masuk finalis meski hanya mampu meraih tempat ketiga turnamen tersebut. Namun tetap di apresiasi karena perjuangan yang Spartan dari anak binaan SSB Sinoa.

Setelah cukup berpengalaman di level turnamen, beberapa pemain pun yang sudah memiliki mental dan pengalaman mencoba hal baru. Tahun 2014, AC Milan Camp mengadakan seleksi pencarian bakat sehingga Irfan Jaya, Kahar Kalu, Rusdi dan Resky Diaul Haq ikut berpartisipasi. Tahun 2015, Irfan Jaya dan Kahar Kalu kembali mengikuti seleksi pencarian bakat dan masuk 10 besar dari total 360 orang peserta seleksi.

Beberapa alumni dari SSB Sinoa telah meraih mimpi mereka untuk bermain di level profesional. Irfan Jaya dan Kahar Kalu sudah merasakan hasilnya, mulai dari masuknya mereka di tim PORDA Kab. Bantaeng, PSM U-21, Persebaya serta Barito Putera U-19 hingga mengenakan Jersey Timnas Indonesia.

Anak gunung bisa meraih mimpi adalah motto yang selalu di teriakkan oleh siswa SSB Sinoa. Jika di awal latihan, mereka masih mengidolakan pemain-pemain fenomenal seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, saat ini yang menginspirasi mereka adalah sosok Irfan Jaya dan Kahar Kalu yang memang asli alumni SSB Sinoa yang telah berhasil meraih mimpinya. Bahkan ada film yang berjudul Anak Gunung Bisa Meraih Mimpi di tahun 2013 dan sudah beredar di youtube.com.

  • Harapan SSB Sinoa
2017 adalah masa-masa yang sulit bagi SSB Sinoa, faktor kesibukan dan minat latihan anak-anak yang semakin menurun membuat SSB Sinoa berada di ujung tanduk. Fakum selama setahun bukanlah hal yang di inginkan, namun kondisi yang memaksa demikian.

Peralatan yang dulunya tersedia seperti bola, seragam dan gawang mini sudah tidak ada. Namun, kondisi sulit tersebut berhasil di lewati dan SSB Sinoa tidak jadi sakratul maut. 2018, tahun ini SSB Sinoa kembali bangkit. Sang Maestro kembali membina anak-anak usia dini sembari membenahi segala yang di perlukan demi kelanggengan SSB Sinoa.

Harapan SSB Sinoa saat ini adalah mendapat perhatian khusus dari pemerintah setempat, dukungan yang pernah di berikan dulu baiknya lebih ditingkatkan lagi. Serta dukungan dari kabupaten agar SSB Sinoa bisa kembali melahirkan sosok-sosok IJ41 dan KK10 berikutnya.

Dukungan dari semua pihak pun sangat diharapkan, karena SSB Sinoa saat ini masih dalam tahap pemulihan untuk bangkit kembali meraih kejayaan yang pernah di rasakan dulu. Semoga informasi ini membuka mata dan hati kita untuk saling memperhatikan, dalam rangka pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia. (*SB)

0 coment�rios:

Terima kasih telah berkunjung

View Post

PERTAMA DI SUL-SEL: PUSKESMAS SINOA BERINOVASI MEMBENTUK FMPP DAN SASKIA

Pertemuan antara Pengurus Forum Masyarakat Peduli Puskesmas dengan Camat Sinoa dan Kepala Puskesmas Sinoa yang bertempat di Puskesmas Sin...