"verba volant scripta manent"

Home Top Ad

www.appakabattu.com Gerakan massiv dalam agresi militer Bangsa Mongol dibawa kepemimpinan Jenghis Khan menuju asia tengah hingga mampu...

Abdul Malik : Pemuda Sinoa Siap Menjadi Nahkoda Baru Karang Taruna Kabupaten Bantaeng (2019-2024)


www.appakabattu.com Gerakan massiv dalam agresi militer Bangsa Mongol dibawa kepemimpinan Jenghis Khan menuju asia tengah hingga mampu mengangkangi antara asia kecil hingga ke sebagian Eropa. Meski masa itu tercatat dalam tinta abadi dalam sejarah, dengan segala kengerian yang ditimbulkannya, namun masa kejayaannya tidak berlangsung lama karena akar budaya sosial yang tidak kuat pada dinasti tersebut.

Kaitannya antara paragraf pembuka diatas dengan Karang Taruna adalah pergerakan massiv diawal namun akar budaya sosial di tubuh lembaga tersebut masih sangat lemah, terkhusus pada sector pedesaan sehingga sangat mudah sekali menemui persoalan-persoalan rumit hingga berakhir pada kefakuman.

Hal tersebutlah yang dinilai oleh Abdul Malik selaku Ketua Karang Taruna Takkang Bassia Sinoa, Desa Bonto Maccini perlu penanganan yang serius. Berkaca pada kondisi Karang Tarunan sebelumnya yang dianggap kurang serius membuatnya harus mengambil sikap yang tegas pada perhelatan pemilihan Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Bantaeng yang akan digelar pada 28 Februari 2018 yang bertempat di Balai Kartini Kab. Bantaeng.

TKK yang merupakan akronim dari Temu Karya Kabupaten akan melahirkan nahkoda baru Karang Taruna pada level kabupaten. Abdul Malik yakin bin optimis untuk mengambil peran penting pada kontestasi tersebut dengan menyatakan sikap untuk menjadi nol satu di Karang Taruna kabupaten.

“Saya percaya bahwa untuk merubah suatu sistem yang keliru, agar tidak semakin berdampak luas kita harus berada dalam sistem tersebut kemudian melahirkan keseimbangan agara roda organisasi tetap pada rel yang bermanfaat bagi masyarakat” Tuturnya saat menyampaikan selayan pandang pernyataan sikapnya.

Berbekal pengalaman keorganiasisian yang cukup matang baik didunia kampus maupun setelahnya, dia yakin akan meciptakan suatu keseimbangan dan memperkuat akar budaya sosial yang dimulai dari desa sehingga keberadaan Karang Taruna bukan lagi sekadar penghias LPJ Desa, namun jiwa dan raganya terbangun dalam mewujudkan pembangunan baik menuju Bantaeng yang semakin Baik.

Eks-Ketua FMBT (Forum Mahasiswa Butta Toa) serta FPM Sul-Sel (Forum Pemuda Mahasiswa Sul-Sel) dengan berbekal rekomendasi yang masih dirahasiakannya serta dukungan penuh pemuda merasa mantap untuk melaju pada bursa pencalonan tersebut. Dia meyakini bahwa dalam kontestasi politik kecil seperti pemilihan ketua Karanga Tarunan, apapun bisa terjadi. *Ts

0 coment�rios:

Terima kasih telah berkunjung

Skuad SJR Sinoa FC www.appakabattu.com SJR atau Sinoa Junior FC berhasil melaju ke partai puncak menghadapi Kasta Bantaeng setelah b...

SINOA JUNIOR FC (SJR) MELAJU KE FINAL PADA EXHIBITION SILATURRAHMI FOOTBALL U-18 BANTAENG

Skuad SJR Sinoa FC


www.appakabattu.com SJR atau Sinoa Junior FC berhasil melaju ke partai puncak menghadapi Kasta Bantaeng setelah berhasil menundukkan lawan tangguhnya di semifinal Tino Putra FC melalui drama adu penalti yang dilaksanakan di Stadion Mini Lamalaka Kab. Bantaeng. (09/02/19)

Kedua tim harus menentukan nasib akhir mereka melalui drama kotak 12 pas setelah bermain imbang 1-1 di dua babak kesempatan yang diberikan. Laga babak pertama tidak ada gol yang tercipta dari kedua tim, meski secara statistik Tino Putra FC lebih unggul dalam penguasaan bola.

Lanjut dibabak kedua, gol baru tercipta di menit-menit akhir. Memanfaatkan kelengahan pemain lini belakang SJR Sinoa, Tino Putra FC dari Kab. Jeneponto lebih dulu berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Untuk sementara Tino Putra FC berada di atas angin dengan keunggulan tersebut.

Coach Adi Risla dengan kematangannya dalam melatih sekaligus pengasuh di SSB Sinoa, segera melakukan rotasi dengan memasukkan pemain-pemain bermental baja. Barangkali di pikiran Coach Adi Risla saat sudah tertinggal 0-1 yaitu “pertahanan terbaik adalah menyerang” seperti filosopi permainan pelatih Legendaris Sir Alex Ferguson.

SJR Sinoa tidak membutuhkan waktu sepuluh menit untuk  menyamakan kedudukan melalui corner kick. Tendangan manja dari sang kapten Angel Jalil yang berhasil mengadu domba pemain-pemain di mulut gawang Tino Putra FC saat duel kepala berhasil dimenangkan pemain SJR Sinoa hingga berbuah gol. Skor berubah menjadi 1-1 hingga peluit panjang dari wasit berbunyi.

Amrul Qais sang kiper menjadi juru kunci dalam drama adu penalti tersebut. Pemain jebolan asli SSB Sinoa tersebut sudah tidak diragukan lagi pengalamannya, pernah membawa juara PSP Pa’bineang pada PORDUS 2018 tahun lalu. Dan dia berharap keberuntungan itu terulang lagi di Exhibition Silaturrahmi Football U-18 Bantaeng.

SJR Sinoa juga tetap konsisten mengenakan jersey hijau-hijau yang merupakan hadiah dari penduhulu mereka Irfan Jaya yang telah sukses berkarir di level nasional. Irfan Jaya tentu juga mengharapkan ada penerusnya dari SSB Sinoa yang bisa bersaing dilevel nasional Kahar Kalu yang sudah menyusul.*SB

1 coment�rios:

Terima kasih telah berkunjung

View Post

PERTAMA DI SUL-SEL: PUSKESMAS SINOA BERINOVASI MEMBENTUK FMPP DAN SASKIA

Pertemuan antara Pengurus Forum Masyarakat Peduli Puskesmas dengan Camat Sinoa dan Kepala Puskesmas Sinoa yang bertempat di Puskesmas Sin...